
Judul Buku: Eyewitness Travel: Rome.
Penulis: Olivia Ercoli, Ros Belford and Roberta Mitchell
ISBN: 9781405333771
Ukuran: 125 x 217mm
Tebal : 448
Diterbitkan: 02 Maret 2009
Penerbit: Dorling Kindersley Limited, London
Tema hari pertama adalah Roma kuno. Pada pagi hari menelusuri sejarah Republik seperti mengunjungi Forum Romanum, permandian Pompeii dimana Julius Caesar dibunuh. Kemudian makan siang di Ristorante Da pancrazio dengan suasana abad pertengahan. Pada siang hari menikmati keagungan kekaisaran dan melihat bagaimana para kaisar tinggal dengan mengunjungi kuil-kuil di Forum Boarium, Domus Aurea, dan mengunjungi Collosseum dimana para gladiator mempertarungkan nyawanya.
Hari kedua, berada kota Vatikan untuk mengunjungi museum Vatikan. Di sana menikmati karya seni dari para seniman seperti Michelangelo, Bramanta, Bernini, Rafael, dan Celini. Kemudian mengunjungi gereja St. Pieter dimana pada setiap hari minggu jam 12 siang, Paus Benedictus berdiri di balkon gereja, memberkati para ribuan umat katholik. Lalu makan siang di restoran Fraterna Domus atau L’ Eau Vive yang dikelola oleh para biarawati. Dan diteruskan dengan kunjungan ke gereja tua lainnya dan sebuah benteng vatikan.
Hari ketiga, melihat patung-patung dari kuda laut dan Neptunus yang diapit oleh dua triton di tengah air mancur Di trevi. Dari tempat itu berjalan mengunjungi museum nasional Palazzo Altemps. Kemudian mampir ke tangga Spanyol terkenal, duduk diatas tangga tersebut sambil menikmati kelembutan es cream atau sambil menikmati tonel dari seniman jalanan. Mungkin jika menyukai, bisa belanja di kaki lima, toko second hand, outlet, atau toko eksklusif yang menjual GUCCI, PRADA, Channel, dan barang mahal lainnya.
Hari keempat, jika mempunyai anak-anak sangat menyenangkan untuk mengunjungi kebun binatang Bioparco atau melihat teater boneka di San Corlino. Pilihan lainnya menyewa sepada untuk melihat jalan-jalan atau perkampungan yang dibuat pada abad pertengahan. Lalu duduk di teras restoran untuk menikmati makan siang di Piazza Novona di tengah-tengah bangunan gedung-gedung Renaissance.
Di restoran menikmati hidangan pengantar anti pasta (daging asap seperti salami atau ham) atau roti bruscheta, lalu hidangan pembukanya pasta atau pizza, kemudian hidangan utama daging sapi muda steak yang disebut Saltimbocca alla Romana dan ditemani minum anggur merah Chianti atau anggur putih Frascati. Kemudian datang hidangan penutup tiramisu dan diakhiri dengan espresso, cappuccino atau caffe latte. Begitu nikmat dan menakjubkan di tengah suasana yang indah dan diselingi suara musik accordion yang dimainkan oleh pengamen di dekat air mancur seni barok. Maka hanya kalimat; ”Mamma Mia...,” bisa melukiskan suasana ini.
Menurut buku Eyewitness Travel Guides Rome ini, mengunjungi Roma cukup dalam empat hari. Selain biaya perjalanan dan accomondasi sangat mahal, sementara waktu sedikit karena terlalu banyak tempat yang dikunjungi. Hal ini perlu perencanaan yang sistemmatis dan baik sehingga tidak membuang waktu dan uang.
Buku guide ini, memandu para wisatawan di kota Roma. Dalam buku pemandu ini terdapat informasi lengkap tentang tempat sejarah dari kuil, gereja tua, museum, sampai tempat recreasi, tempat belanja, restaurant, cafe, dan hotel. Malahan tertulis informasi secara detail tentang biaya, tiket untuk masuk atau waktu yang tepat untuk memgunjungi tempat tujuan dari murah sampai mahal. Demikian juga dijelaskan bagaimana cara menggunakan transportasi umum dan murah di Italia mulai turun dari pesawat atau dari tempat ke tempat lain di setiap sudut kota tanpa takut tersesat dengan menggunakan kereta api, bis umum, atau MRT.
Buku ini juga menulis sejarah secara garis besar dari hampir dari semua obyek seperti gedung, gereja, lukisan, patung sampai tokoh-tokoh penting di masa sejarah Roma Kuno, sejarah gereja Katholik dan setiap wilayah di kota museum terbuka ini, dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca. Malahan didukung dengan ilustrasi, gambar, lukisan, foto, atau peta secara mendetail sehingga tidak membosankan. Kadang menampilkan gambar tiga dimensi untuk melengkapi informasi.
Dengan buku ini para wisatawan mendapat ratusan informasi mengenai budaya dan seni Roma, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Malahan di halaman terakhir terdapat daftar kalimat dan kata benda penting dalam bahasa Italia. Sehingga para wisatawan bisa berkomunikasi secara sederhana jika membutuhkan, karena di negara ini tidak banyak orang bisa berbahasa Inggris.
Kekurangan satu-satunya pada buku ini yaitu peta kota Roma yang tidak praktis. Untungnya para wisatawan bisa mengganti dengan peta resmi kota Roma. Ini bisa dibeli di kios-kios dengan harga murah. Malahan banyak hotel memberikan kepada tamunya secara cuma-cuma.
Selebihnya keuntungan buku ini dengan buku guide lainnya, lengkap dan tidak begitu berat sehingga tidak memakan tempat banyak di tas sehingga bisa dibawa ke mana-mana. Selain itu penerbit Dorling Kindersley Limited juga menerbitkan banyak buku panduan daerah wisata lain dengan menggunakan methode yang sama, seperti Singapura, Thailand, Hongkong, New York, Australia dll. Ternyata buku ini sangat dibutuhkan sehingga banyak penerbit buku dari negara-negara di luar Inggris juga menerbitkan buku ini dengan bahasa negara lain.
Singkatnya banyak informasi bisa didapat dari buku ini. Jika para wisatawan mengunjungi Roma, tidak perlu lagi melalui travel atau seorang guide yang mahal. Dengan buku ini para wisatawan mendapatkan pemandu wisata pribadi tanpa mendengar kotekan para guide dan bisa menikmati keindahan kota dengan tenang, santai dan optimal. Selamat berwisata.
Geen opmerkingen:
Een reactie posten