maandag 8 februari 2010

Olahraga Lari untuk Wanita 30 plus

Perasaan capek, letih dan lesu yang diikuti masalah susah tidur dan akhirnya uring-uringan. Lebih-lebih dengan perubahan cuaca serta polusi udara, maka badan pun tidak mau di ajak berkompromi. Akhirnya sakit kepala, deman dan pilek. Yang lebih menyebalkan jika umur sudah mencapai 30 plus, ukuran baju pun naik ke dua nomer ke atas. Mungkin saat masih remaja memakai ukuran S dan setelah umur 30 memakai ukuran XL, itupun susah masuknya. Lebih-lebih kalau sudah pernah melahirkan anak, maka masalah kegemukan tidak bisa dihindari. Jika masalah-masalah ini terus menerus maka akan mengakibatkan gairah hidup yang rendah dan pada puncaknya depresi.


 

Masalah ini bisa terhindar jika kondisi fisik dan daya tahan tubuh tinggi. Ini bisa dicapai jika badan cukup bergerak atau berolahraga secara teratur. Ibarat seperti motor jika tidak dipakai maka akan berkarat, demikian juga dengan tubuh manusia. Salah satu olahraga yang paling mudah dan murah untuk wanita 30 plus adalah olahraga lari atau jogging. Beberapa keuntungan jogging untuk kesehatan badan yaitu memperkuat jantung, memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Jogging juga memperindah bentuk badan karena membantu membakar lemak dan mengatasi kegemukan. Jika dilakukan dengan teratur dan baik maka otot kaki, paha, pinggul dan punggung mengencang. Selain itu saat mengayunkan kaki, otak memproduksi endorfin yang membuat pikiran tenang dan bahagia. Endorfin adalah satu-satunya remedi anti depresi. Banyak orang menyamakan jogging dengan obat tidur, karena setelah melakukan jogging, malamnya bisa tidur dengan nyenyak.

Beberapa alasan para wanita 30 plus tidak memilih jogging selain tidak yakin dengan kemampuan fisiknya karena iklim Indonesia yang panas yang tidak memungkinkan untuk lari setiap saat. Selain itu jogging kurang membudaya untuk 30 plus, mereka merasa kaku, canggung dan malu. Lebih-lebih karena kesibukan pekerjaan, urusan rumah tangga dan masalah anak-anak sehingga hal ini menjadi alasan yang kuat untuk tidak melakukannya.

Jika Anda merasa canggung untuk lari sendiri, maka sebaiknya mengajak saudara, tetangga atau teman untuk berlari bersama. Mungkin sangat bagus melakukannya bersama pasangan Anda di akhir pekan. Mungkin hal ini juga akan menambah kemesraan hubungan Anda dan pasangan Anda. Selain itu keuntungannya jika lari bersama saling memotivasi sehingga olahraga ini tidak memberatkan dan membosankan karena saat itu Anda bisa sambil berkontak sosial.

Karena iklim Indonesia yang panas maka sebaiknya melakukan olahraga ini pagi hari, mungkin setelah sholat subuh, sebelum pergi bekerja atau setelah mengantarkan anak-anak dari sekolah. Dan jika Anda pada pagi hari terlalu sibuk maka bisa dilakukannya pada sore hari setelah terik matahari mulai menurun atau pada jam empat sore, setelah sembahyang azar.

Jogging bisa dilakukan di alam terbuka. Anda bisa melakukan di sekitar blok perumahan, di pematang sawah, di pantai, di jalan dekat sungai atau di taman dekat monas. Saat berlari Anda merasakan kelembutan angin, mendengar suara kicauan burung, suara ombak dan suara air yang mengalir. Tapi jika Anda tinggal di daerah yang bising maka Anda bisa menutup telinga Anda dengan earphone atau MP3 dan mendengarkan musik saat jogging.

Jika Andai memulai harus memakai sepatu khusus untuk lari, karena pada sepatu ini mempunyai shock absorbing soles. Ini dibutuhkan untuk menopang tubuh ketika lari. Sehingga tidak mengakibatkan keluhan pada punggung. Jika Anda membeli sepatu khusus untuk lari harus berukuran setengah sentimeter lebih besar dari ukuran sepatu yang normal Anda pakai. Sebab saat Anda menjatuhkan kaki di tanah, kaki Anda membutuhkan ektra ruangan di sepatu.

Jogging akan mendapatkan hasil yang bagus jika dilakukan 2-3 kali seminggu dan untuk setiap kali minimal setengah jam melakukakannya karena jika hanya setengah jam hanya berguna untuk kondisi fisik tubuh saja. Tetapi jika Anda ingin membakar lemak pada tubuh Anda, membutuhkan waktu sekitar satu jam. Untuk jogging setengah jam bisa Anda capai 4- 5 km dan 10 km sekitar satu sampai satu setengah jam.

Lalu bagaimana mencapai jarak 5 km untuk setengah jam, lebih-lebih 10 km untuk satu jam jika Anda belum pernah berlari? Untuk memulainya lebih baik Anda mengambil jarak 5 km untuk 45 menit. Ini bisa dicapai setelah latihan 2-3 kali seminggu secara teratur selama sepuluh minggu. Pada latihan minggu pertama sampai minggu kelima, berlarilah dengan lambat diselingi jalan cepat selama 30 menit. Pada minggu kelima sampai kesepuluh, cobalah berlari tanpa diselingi jalan cepat atau berlari tanpa berhenti selama 30 atau 45 menit. Maka pada akhir minggu ke sepuluh Anda mampu menempuh jarak 5 km selama 30-45 menit. Jika ingin menaikkan target Anda ke 10 km maka cobalah berlari selama 60 menit, diselingi jalan cepat. Pada intinya jogging juga membutuhkan kesabaran. Karena jika Anda memaksakan bisa jadi badan Anda akan cedera. Jangan lupa sebelum mulai jogging harus diawali dengan warming up dan diakhiri dengan cooling down.

Pada dasarnya semua orang bisa berlari. Tetapi jika Anda tidak biasa bergerak alangkah baiknya Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter. Anda mungkin memiliki masalah kesehatan, yang tidak disarankan untuk melakukan jogging. Pada awalnya lari jarak panjang tidak gampang namun ini bisa dipelajari dengan berlatih. Selain latihan modal utamanya adalah ambisi dan motivasi. Misalnya Anda harus bisa untuk berlari 5 km dalam 10 minggu. Dan ini adalah target Anda untuk bisa mencapainya.

Lalu bagaimana memotivasikan diri untuk mencintai olahraga ini? Contohnya jika ingin menguruskan badan maka Anda bisa membayangkan jika berhasil Anda bisa memakai pakaian sesuai keinginan atau membayangkan memiliki badan seperti bintang film Jennifer Lopez yang juga memilih olahraga lari. Selain itu Anda mempunyai fisik sehat, daya tahan tubuh tinggi , bisa tidur nyenyak dan tidak gampang stress atau lebih-lebih depresi.

zaterdag 6 februari 2010

Di Bawah Sayap Irene

Irene Okech wanita cantik berdarah Indonesia-Belanda lahir di Irian jaya, pendiri rumah panti asuhan Lionessubshome Kenia yang pernah mendapatkan kartu ucapan secara pribadi dari Presiden Amerika serikat Barack Obamma. Inilah hasil wawancara penulis.

Pada awalnya, tahun 1996/1997 pertama kalinya Irene berada di Kenia karena pekerjaannya. Ia melihat anak-anak berumur 5-15 tahun berkumpul di pinggir jalan sambil meminta-minta. Badan mereka kurus, mata merah dan baju mereka kotor. Beberapa dari mereka duduk sambil mengisap lem. Saat itu Irene sedang makan di rumah makan yang menyediakan kursi di luar. Anak-anak itu melambai-lambaikan tangan mereka kepadanya sambil membuat isyarat dengan memasukkan tangan mereka ke mulut dan memegang perut yang buncit karena kurang gizi. Saat itu Irene sedih menanggapinya dan berjanji pada dirinya untuk kembali ke Kenia untuk memberikan mereka rumah, memelihara dan memberikan mereka masa depan.

Pada bulan November 2001 Irene kembali lagi ke Kenia. Ia menjemput 8 anak-anak jalanan itu dan membawa mereka itu ke rumah kontrakannya. Anak-anak tersebut dimandikan dan diberi makan. Malahan ia mencuci baju-baju mereka yang sangat kotor dan bau yang dipakai bertumpuk-tumpuk dengan tangannya.

Masalah yang dihadapi Irene tidak hanya masalah biaya dan rumah yang harus berpindah-pindah, tetapi juga masalah sosial, moral dan psikologi dari 8 anak asuhnya dari jalanan. Anak-anak jalanan itu mempunyai masalah hidup yang kompleks. Mereka biasa mencuri, memeras dan kadang-kadang mereka adalah korban pelecehan sexuel. Beberapa anak-anak tersebut sudah beberapa kali masuk dan keluar penjara sehingga anak-anak ini sulit dididik dan diarahkan.

Pada akhirnya 6 anak jalanan itu meninggalkan rumah Irene. Mereka lebih memilih kembali ke dunia mereka, tetapi datang anak-anak lain yang menggantikannya. Sekarang berjumlah 17 anak, mereka adalah anak-anak yatim piatu, korban panganiayaan dan juga anak-anak penderita aids.

“ Saya tidak ingin menambah jumlah mereka. Selain rumah yang tidak besar, Saya ingin memberikan kwalitas kehidupan yang tinggi. Saya mengirim anak-anak ke sekolah swasta yang harganya 100 euro per tiga bulan. Hal ini disebabkan karena sekolah negeri di Kenia sangat jelek kwalitasnya.” katanya.

Ketika Irene dan penulis sedang asyik menikmati makan siang, Irene menerima telepon dari Ingris, bendahara dan wanita penting yang menolong panti asuhannya. Dari raut mukanya, penulis bisa melihat situasi yang mengkawatirkan. Kata Irene; “Someone must print it! I already send the document! Somebody must help us !”

"Budaya korupsi para aparat negara di Kenia juga sangatlah tinggi. Para aparat pemerintah Kenia mengancam untuk menutup panti asuhan Lionesscubhome, karena ada beberapa akte dari beberapa anak tidak lengkap dan beberapa dokumen yang kurang! Sementara saya sudah mengirim beberapa dokumen itu melalui email. Mereka tinggal memprinter. Mereka ingin mempersulit. Memang banyak anak-anak tidak mempunyai akte. Kemana saya harus mencari akte tersebut? Mereka tidak punya apa-apa dan siapa-siapa, lebih-lebih akte kelahiran. Jika ada uang cash di meja, maka semuanya akan lebih gampang,” katanya menjelaskan kepada penulis.

"Saya ingin menolong anak-anak mereka, tetapi mereka sangat mempersulit, Jika mereka ingin menutup silahkan! Asalkan mereka bisa menghidupi mereka! Mereka sudah mengancam saya untuk menutup panti asuhan ini sejak empat tahun yang terakhir,” katanya kesal.

Sekitar dua tahun lalu Irene harus kembali ke Belanda dan meninggalkan anak-anak asuhnya demi keamanannya. Hal ini disebabkan akibat perang saudara di Kenia tahun akhir 2007/2008. Kembali ke Belanda adalah sebuah perjuangan untuk Irene dan keluarganya, karena bisnis yang ia telah di perjuangkan di Kenia harus ditinggalkan. Di Belanda ia harus dimulai lagi dari nol. Irene harus mengontrak rumah kecil sementara ia harus tetap bertanggung jawab terhadap nasib anak-anak asuhnya. Dari Belanda Irene masih menyokong dan meperjuangkan nasib anak-anak asuhnya.

“Saya sangat merindukan mereka, kaki kanan saya berada di Belanda dan kaki kiri saya berada di Kenia. Ketika saya menelpon anak-anak asuh saya, anak-anak saya berbicara dengan suaranya yang manis dan manja mengatakan: “Mammi, I miss you, where is Daddy?”. Hati saya hancur mendengar suara mereka. Rasanya saya ingin merangkak melalui kabel telpon dan memeluk anak-anak saya,” katanya sedih.