
Hari Sabtu 27 Maret 2010, empat hari sebelum pemilihan Dewan Kota di Belanda dan seminggu setelah kabinet Balken jatuh. Monigue penduduk Belanda biasa, mengundang Karin bersama Pieter suaminya minum teh pada sore hari ketika cuaca diluar sangat dingin.
“Kabinet Balken tumbang, persiapan pemilihan presiden baru empat bulan lagi. Moga-moga partai dari Geert Wilders tidak menggantikan kabinet baru,” kata Jan suami Monigue yang sambil mengaduk gula di cangkir teh dengan sendok kecil.
“Pemimpin partai politik PVV Geert Wilders, hmmm..," Karin mencibirkan bibirnya, "Bayangkan saja kalau partai ini mandapatkan kursi terbanyak! Sekarang hanya sebagai ketua partai, dia tidak boleh memasuki Inggris. Bagaimana kalau laki-laki itu jadi presiden! Banyak negara akan memboikot ekonomi Belanda, yang jelas Belanda akan hancur,” kata Karin sambil meletakkan cangkir tehnya yang kosong di atas meja kaca.
“Aah…, Paling tidak, Belanda punya mode rambut baru. Gaya rambut Geert Wilders yang sedikit oranye, sepertinya terlalu banyak cat rambut,” jawab Monigue sambil menuangkan teh di cangkir Karin yang kosong sambil tertawa. Tamu dan suaminya tertawa terbahak-bahak menanggapi kata-kata nyonya rumah yang konyol itu.
Sementara topik lain keluar lagi silih berganti dari masalah ekonomi Belanda yang resah karena pengaruh ekonomi Amerika yang lagi ambruk, kemudian tentang Sven Krammer tokoh olahraga, lalu kembali lagi ke masalah politik, kemudian masalah undang-undang baru di Belanda yang baru disahkan. Kadang datang diskusi atau debat yang menghangatkan suasana.
Inilah suasana minum teh di Belanda ketika merayakan sebuah pesta, entah pesta ulang-tahun atau entah hanya sekedar mengunjungi saudara atau sahabat. Kebudayaan minum teh di Belanda dilakukan pada pukul sepuluh pagi, pukul tiga sore dan pukul delapan malam, bersama keluarga, saudara atau teman. Mereka duduk dengan membentuk lingkaran di ruang tamu, di tempat kerja atau di sebuah restoran sambil berkomunikasi dan tukar-menukar informasi.
Saat seperti ini mereka adalah model Citizen Journalism karena mengangkat topik-topik yang aktual di kehidupan sekeliling. Ini adalah contoh sehari-hari pewarta warga yang menyampaikan informasi kepada teman minum teh dengan dasar kontak sosial yang hangat dan nyata tanpa dunia internet atau dunia maya.
Cuaca di luar rumah Monigue pada sore itu semakin dingin, ia di dapur memotong appeltaart yang dibuat semalam sebelumnya dan meletakkan di atas empat piring kecil. Lalu membawa ke ruang tamu untuk membagikan kepada tamu-tamunya. Sementara Jan suaminya memenuhi kan teh yang sudah kosong dengan teh baru yang sangat panas, kemudian ia menyalakan beberapa lilin di atas meja untuk menghangatkan suasana ruang tamu dan menghangatkan percakapan mereka.
foto: www.rianna.web-log.nl
Geen opmerkingen:
Een reactie posten