Merayakan pesta Indonesia di Belanda harus mempunyai tangan seribu. Hal ini terjadi saat aku merayakan HUT anakku yang ke-9.
Mulai hari jumaat pagi; anak-anak yang kebetulan libur, aku harus menolong anak-anak mandi dan sarapan pagi. Kemudian aku sendiri harus belanja ke beberapa toko termasuk supermarket. Aku membeli daging di Toko Turky, membeli ikan mujair dari freezer di toko Bagdad, beli Beras 25 kg di toko Vietnam, membeli taart di bakkerij Belanda asli dan ke Toko China untuk membeli bumbu Indonesia selanjutnya membeli anggur dan minuman alkohol di Gall-Gall dan kemudia ke supermarket. Jangan di tanya berapa tas belanja harus aku angkat dan mamasukan di bagasi mobilku, termasuk 25 kg beras. Aduh berat sekali. Untung anak-anak sudah mulai bisa aku tinggal sendiri dirumah. Untungnya anakku Decinta yang hampir 12 tahun mau mengawasi adik-adiknya dan untungnya sebelum aku pergi belanja anak-anak berjanji akan membersihkan kamar tidur mereka.
Jam satu siang aku sampai di rumah dan lansung membuat makan siang untuk anak-anak kemudian mengelurkan belanjaan dari bagasi mobil. Sambil memasukan pakaian di mesin cuci dan melipat baju yang kering. Jam 3 aku mulai masak sambil mengajari Sarah membaca buku, Sarah si bungsuku yang saat ini lagi bersemangat belajar membaca.
Sepertinya aku mempunyai seribu tangan. Mengawasi anak-anak, masak dan juga sambil beres beres. Jam 4 sore datang temannya Sarah si Raisa yang berumur 6 tahun dan adiknya si Leff Mereka bertanya; “Dewi, aku boleh membantu?” Dengan senangnya aku sodorkan ½ kg bawang putih ke Mereka. Sarah melepaskan bukunya dan ikut membantu membersihkan bawang putih. Kemudian datang mamanya Raisa si Ellen dan menyediakan diri untuk membantu. Aku menyodorkan 1 kg bawang merah dan cabe besar yang harus dipotong dan dibersihkan. Jam 6 sore aku sudah menyelesaikan sapi lapis, sambel goreng kacang panjang dan udang, Ayam kecap serta menu untuk makan malam hari ini. Sementara aku memasak si Decinta stress karena bingung milih baju apa untuk pergi pesta. Aku meninggalkan dapur dan pergi ke atas menolong Decinta memilih baju untuk pergi ke disco untuk anak-anak umur 6 sampai 12 Jam tahun
Jam setengah tujuh Robert pulang dari kerja dan Ellen, Raisa dan Lef juga ikut makan malam di rumakku. Setelah makan malam Robert memandikan Duncan dan Sarah dan memasukkan mereka ke tempat tidur. Jam 21.30 Lyn sahabatku datang untuk mengulung lumpia dan pangsit. Setelah Decinta pulang dari Disco dia juga bersemangat membantu. Kemudian si suami tercinta nimbrung bersama mereka. Seru juga mereka dan sambil bercanda sampai jam setengah 12 malam.
Hari sabtu aku bangun sedikit siang. Setelah anak-anak makan pagi aku membersihkan rumah termasuk wc. Kemudian mulai masak lagi. Robert aku suruh juga ke beberapa toko untuk mengambil beberapa barang yang aku lupa kemudian mengantarkan Duncan ke Pramuka. Sementara Decinta dan Sarah juga membantu aku merapikan minuman dan mengatur minuman dan gelas-gelas serta sendok dan garpu. Aku mulai kecapekan dan pusing. Decinta marah-marah dan memerintahkan aku beristirahat dan ia mengambil alih memotong sayur. Anak-anak tak henti-hentinya menolong aku.
Jam setengah lima sore tamu mulai berdatangan dan aku aku menggoreng Lumpia. Mereka datang langsung kedapur sambil menikmati lumpia dan pangsitku dan meminum anggur. Aku mulai stess dengan banyak tamu. Karena makanan harus di panaskan. Untung datang beberapa teman Indonesia Echie, Listri dan Meta membantuku. Kemudian Ellen juga ikut membantu. Dapur penuh dengan canda dan tawa teman-teman Indonesia dan saudara-saudara Belanda. Kemudian semua tamu menikmati makanan Indonesia yang aku persiapkan. Anak-anak perempuan bermain di kamar Decinta, anak-anak laki laki main di kamar Duncan semetara Sarah, Raisa dan Lef bermain di kamar Sarah. Keluarga Robert duduk di soffa ruang tamu dan yang lain duduk di meja makan. Groep teman- teman berkumpul di pojok ruangan tempat di mana aku selalu membaca buku. Iwan suami Ellen duduk di bantal besar di susul Lyn, aku kemudian Bas si Pilot. Aku makan dengan tangan menikmati woku belanga. Semantara anak-anak makan di meja makan. Rumahku memang penuh ceria dan tawa teman dan saudara-saudarku tercinta.
Jam 10 malam beberapa tamu pulang tetapi Listri suami dan tiga anaknya, Meta-Kees dengan Adrew dan Echie- Wilco -Jair masih tinggal di rumahku. Kami berpesta sampai malam sambil bermain bowling dan golf di WIJ.
Jam setengah dua belas malam semuanya pulang dan Robert membawa anak-anak ke tempat tidur dan aku langsung membersihkan dapur dan kemudian merapikan rumah serta mengepel lantai. Robert ngomel dan tidak menyetui aku dan menyuruhku tidur. Tapi aku lebih suka rumah bersih ketika aku bangun.
Jam 3 pagi aku selesai….beres-beres kemudian tidur…benar-benar capek ! Tapi aku puas dan pesta Hut anakku sukses.
zondag 25 oktober 2009
Duncan HUT
Abonneren op:
Reacties posten (Atom)
Geen opmerkingen:
Een reactie posten